Gak Cuma Wacana 'Financial Freedom', Ini 3 Syarat Wajib Merdeka Finansial Biar Gak Cuma FOMO

Finews 14 Aug 2026 18:28 4 min read 4 views By admin

Share berita ini

Gak Cuma Wacana 'Financial Freedom', Ini 3 Syarat Wajib Merdeka Finansial Biar Gak Cuma FOMO
FinTrendNews,- Mumpung istilah financial freedom atau merdeka finansial lagi sering FYP di mana-mana, banyak anak muda yang keburu kebelet pengin pens...

FinTrendNews,- Mumpung istilah financial freedom atau merdeka finansial lagi sering FYP di mana-mana, banyak anak muda yang keburu kebelet pengin pensiun dini tapi bingung mulai dari mana. Nyatanya, merdeka finansial itu bukan sekadar lifestyle ala sultan atau pamer porto investasi di media sosial, melainkan kondisi saat passive income kamu sudah cukup buat mengcover seluruh biaya hidup sehari-hari tanpa harus maksa kerja banting tulang.

Berdasarkan data Hasil Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2025 yang dirilis Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama BPS, indeks inklusi keuangan Indonesia sebenarnya sudah menembus 80,51%. Sayangnya, indeks literasi keuangan baru menyentuh angka 66,46%. Artinya, banyak orang sudah punya akses ke produk keuangan, tapi belum benar-benar paham cara pakainya secara optimal.

Direktur Galeri Investasi Bursa Efek Indonesia PWI Bengkulu (GIBEI PWI), Dedi Hardiansyah Putra menjelaskan ada tiga syarat utama yang wajib kamu centang secara paralel biar adulting kamu enggak breakdown di tengah jalan:

1. Punya Aset Produktif (Bukan Sekadar Cetar di Gaya Hidup)
Syarat pertama biar bisa glowing secara finansial adalah memiliki aset produktif alias aset yang bisa ngasilin cuan atau nilainya naik sendiri tanpa kamu harus hustle 24/7. Ini beda banget sama aset konsumtif kayak gadget mahal atau kendaraan pribadi yang nilainya langsung meluncur turun begitu dibeli.


"Sekarang untuk memiliki aset produktif makin gampang, dan sangat mudah diakses via platform digital , seperti saham, reksadana, emas digital, SUN," jelasnya.


Ia melanjutkan membeli saham sama halnya dengan membeli bagian kecil dari perusahaan besar. Ada potensi dividen dan kenaikan harga (capital gain). Kemudian ada aset produktif berupa reksadana yang cocok buat yang mau diversifikasi tanpa pusing racik portofolio sendiri. Sedangkan, emas digital dapat menjadi safe haven buat menjaga daya beli dari erosi inflasi. 


"Kalau yang profile resikonya kecil cocok pada instrumen obligasi/SBN.  Instrumen utang berisiko lebih rendah yang rajin bagi-bagi kupon rutin untuk passive income," ujarnya.


2. Bebas dari Jerat Utang Konsumtif (Red Flag Finansial)

Merdeka finansial bukan berarti harus nol utang 100%, tapi bebas dari utang konsumtif, seperti cicilan gadget terbaru, paylater liburan, atau tagihan kartu kredit yang cuma dibayar minimum payment. Jenis utang ini murni menggerus cash flow kamu setiap bulan.

"Beda ceritanya kalau utang produktif (seperti KPR rumah tinggal atau modal usaha) yang punya potensi menambah nilai aset atau kapasitas pendapatan," ulas Dedi.

3. Bantalan Dana Darurat yang Cukup (Anti-Anxiety Club)

Biar portofolio investasi kamu enggak clueless dan terpaksa dijual rugi pas lagi butuh uang mendesak, kamu wajib punya dana darurat.


"Dana darurat bisa ditempatkan di instrumen super likuid dan risiko rendah, seperti tabungan biasa atau Reksa Dana Pasar Uang (RDPU)," jelas Dedi.

Berapa sih target pasnya? Yuk, spill sesuai profil kamu:

Single / Belum Ada Tanggungan: 3–6 kali pengeluaran bulanan.
Sudah Menikah / Punya Tanggungan: 6–12 kali pengeluaran bulanan.
Freelancer / Pengusaha (Penghasilan Fluktuatif):9–12 kali pengeluaran bulanan.

Gimana Step-by-Step Penerapannya?

Biar enggak burnout mengejar ketiganya sekaligus, Dedi membagikan strategi bertahap ini:

1. Audit Pengeluaran: Catat semua pengeluaran rutin bulanan buat patokan dasar.
2. Amankan Dana Darurat Dasar: Kumpulkan dulu 1–3 bulan pengeluaran sebagai shield awal.
3. Babat Utang Konsumtif: Paralel kurangi atau lunasi cicilan berpotensi mengganggu cash flow.
4. Gas Investasi di Aset Produktif: Begitu dana darurat aman dan utang konsumtif terkendali, alokasikan sisa dana secara rutin ke aset produktif.
5. Evaluasi Berkala: Review kondisi keuangan tiap 6 bulan sekali karena kebutuhan hidup bakal terus berubah.

3 Mistake Bikin Apes yang Wajib Kamu Hindari

Selain itu, Dedi juga menjelaskan ada 3 kesalahan investor pemula, yakni pertama nekat Investasi tanpa Dana Darurat, akibatnya pas ada krisis mendesak, aset investasi terpaksa dicairkan pas harga lagi anjlok. Auto rugi! Kedua, menurutnya adalah menunda investasi sampai utang lunas total. Kesalahan ketiga yakni mencampur dana darurat buat healing, ditegaskan Dedi, dana darurat bukan dana buat jalan-jalan atau beli tiket konser. Pisahkan rekeningnya biar fungsinya enggak buyar.


"Menunggu utang 100% tuntas baru mau investasi bikin kamu kehilangan momentum emas compounding effect bertahun-tahun. So, merdeka finansial itu sebuah perjalanan marathon, bukan sprint. Ketiga syarat: aset produktif, bebas utang konsumtif, dan dana darurat, harus berjalan saling menopang. Tak perlu nunggu gaji fantastis buat melangkah. Coba cek posisi keuanganmu sekarang, buat perencanaan yang realistis, dan konsisten jalankan strateginya," jelas Dedi yang juga ketua Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Bengkulu. [*]

Komentar (0)

Belum ada komentar.

FinTrend News